Bagaimana menghitung Pajak Penghasilan Pribadi (PPh21)

Questions and AnswersCategory: Tanya Jawab PajakBagaimana menghitung Pajak Penghasilan Pribadi (PPh21)
Mulyadi Staff asked 3 years ago

Saya adalah karyawan yang setiap bulan mendapatkan gaji dari perusahaan, apakah ada cara sederhana untuk saya dapat menghitung besaran pajak penghasilan pribadi (PPh21) yang harus saya keluarkan setiap bulannya ?

Related Posts

No related posts found...

1 Answers
MAAS Consulting Staff answered 3 years ago

Bila Anda bekerja pada perusahaan, pada awal tahun Anda akan mendapatkan Bukti Pemotongan Pajak Penghasilan SPT Tahunan (1721-A) tentang penghasilan total Anda pada tahun berjalan, pajak penghasilan yang telah disetor ke negara dan informasi lainnya untuk Anda gunakan mengisi Form Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak.
Langkah-langkah ini telah disesuaikan dengan Undang-Undang No. 36 tahun 2008 dengan asumsi bahwa pekerja tidak punya penghasilan lain.

  1. Lakukan perhitungan penghasilan bruto Anda setiap bulan nya

    Diantara yang termasuk penghasilan bruto pada bulan berjalan adalah gaji pokok (basic salary), tunjangan transport (apabila ada), tunjangan perumahan (apabila ada), premi Jaminan Kecelakaan Kerja, premi Jaminan Kematian, premi asuransi kesehatan dan tunjangan lainnya yang sifatnya tetap setiap bulannya.

    Selain itu, uang lembur, uang perjalanan dinas, bonus, uang cuti, tunjangan hari raya dan tunjangan lain merupakan bagian dari penghasilan bruto Anda. Semua komponen penghasilan kotor ini dijumlahkan.

  2. Catat dan hitung total pengurang pajak Anda.

    Yang termasuk pengurang adalah biaya jabatan , iuran pensiun (bila Anda ikut), dan iuran Jaminan Hari Tua. Biaya jabatan besarnya 5% dari gaji pokok; iuran pensiun biasanya 2 % dari gaji pokok, sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan.
    Bila Anda ikut Program Jamsostek, iuran Jaminan Hari Tua biasanya sebesar 5.7 % dari gaji pokok setiap bulan; 3.7 % ditanggung perusahaan dan 2 % ditanggung pekerja.

  3. Dapat penghasilan bersih (netto) sebulan.

    Penghasilan netto adalah penghasilan bruto (dari Langkah No. 1) kurang total pengurang (dari Langkah No. 2)

  4. Hitung penghasilan bersih setahun.

    Untuk menghitung potongan pajak penghasilan pribadi, penghasilan bersih per bulan disetahunkan dulu, yaitu penghasilan bersih (dari Langkah No. 3) dikalikan 12.

  5. Hitung Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).

    Besarnya PTKP tergantung dari status pekerja (Wajib Pajak). Ada perbedaan PTKP antara yang belum kawin, kawin dan belum punya anak (K-0), kawin dan punya anak 1 (K-1), kawin dan punya anak dua (K-2), dan kawin dan punya anak 3 (K-3).

  6. Hitung Penghasilan Kena Pajak.

    Penghasilan kena pajak adalah penghasilan bersih setahun (dari Langkah No. 4) dikurang Penghasilan Tidak Kena Pajak (dari Langkah No. 5)

  7. Hitung pajak penghasilan pribadi sesuai dengan tarif pajak penghasilan yang berlaku.

    Pajak Penghasilan adalah Penghasilan Kena Pajak (dari Langkah No. 6) dikalikan dengan Tarif Pajak Penghasilan Pribadi

  8. Hitung pajak penghasilan pribadi pada bulan berjalan.

    Menghitung pajak penghasilan pribadi pada bulan berjalan adalah membagi total pajak setahun (dari Langkah No. 7) dengan 12.
    Dengan mengetahui pajak penghasilan pada bulan berjalan, Anda dapat menghitung penghasilan bersih setelah dipotong pajak, yaitu penghasilan bersih pada bulan berjalan (dari Langkah No. 3) dikurang pajak penghasilan pada bulan berjalan (dari Langkah No. 8).

Related Posts

No related posts found...